Kargo Jakarta Melayani Ekspedisi ke Seluruh Kota di Sumatra

Press Realese – Industri di Indonesia kian hari kian meningkat permintaan akan adanya ekspedisi yang menjangkau lokasi pedalaman pun tak terelakan kembali. Seperti halnya di Pulau Sumatra mulai dari Provinsi Aceh hingga Provinsi Lampung kini tengah berjuang bangkit dari pandemi.

Kargo Jakarta yang sudah berdiri sejak tahun 2008 dan dibawah naungan PT. Paket Insan Kargo memiliki layanan port to door dan door to door.

Untuk moda transportasi Kargo Jakarta ada tiga jenis yaitu laut, udara, dan darat. Moda transportasi melalui laut menggunakan kapal peti kemas seperti Tanto Intim Line, Temas Line, Meratus Line, Spil, juga kapal roro, kapal ferry, dan kapal pelni.

Moda transportasi udara, Ekspedisi Jakarta sudah bekerjasama dengan maskapai komersial Indonesia. Seperti maskapai Lion Air, Garuda Air, Citilink, dan lainya.

Moda transportasi darat yang bisa antar kota untuk cargo yang membutuhkan ruang banyak bisa menggunakan Trailer, Tronton, atau Fuso. Moda lainnya bisa menggunakan Colt Diesel bentuk Box/Bak/loss Box/loss Bak dan mobil Pick Up Box/Bak.

Kami memiliki banyak cabang dan rekanan untuk mengcover seluruh pengiriman ke Kota-Kota di Sumatra. Berikut ini daftar pengiriman nya:

  1. Ekspedisi Jakarta Banda Aceh
  2. Ekspedisi Jakarta Medan
  3. Ekspedisi Jakarta Padang
  4. Ekspedisi Jakarta Pekanbaru
  5. Ekspedisi Jakarta Dumai
  6. Ekspedisi Jakarta Tanjung Pinang
  7. Ekspedisi Jakarta Pangkal Pinang
  8. Ekspedisi Jakarta Jambi
  9. Ekspedisi Jakarta Bengkulu
  10. Ekspedisi Jakarta Palembang
  11. Ekspedisi Jakarta Bandar Lampung

Kargo Jakarta melayani :

  • Ekspedisi alat berat
  • Ekspedisi mesin dan sparepart
  • Ekspedisi alat kesehatan dan perlengkapan medis
  • Ekspedisi barang elektronik
  • Ekspedisi perlengkapan rumah tangga (pindahan rumah)
  • Ekspedisi perlengkapan kantor
  • Ekspedisi kebutuhan proyek/project
  • Ekspedisi pengiriman motor, mobil dan kendaraan lain
  • Ekspedisi bahan baku industri
  • Ekspedisi alat pertanian/perkebunan

 

Individual Branding haki untuk Pengusaha

branding

Bertepatan dengan bergulirnya Warga Ekonomi ASEAN (MEA) karena itu seluruh produk barang dan layanan akan bebas keluar dan masuk di pasar Indonesia. Demikian pula dengan arus beberapa karyawan professional. Tetapi kelihatannya, Indonesia akan jadi negara pasar khusus produk barang dari negara lain. Sementara dari segi professional, banyak yang ingin bekerja di luar negeri. Memang dalam soal upah, Singapura dan Malaysia misalkan, lebih tinggi dibandingkan gaji minimal di Indonesia.

Continue reading “Individual Branding haki untuk Pengusaha”

Langkah Memeriksa Hak Merek Dagang

Langkah Memeriksa Hak Merek Dagang

Untuk memeriksa apa hak merek dagang yang nanti akan Anda pakai ini telah tercatat atau belum, karena itu Anda dapat memeriksanya lewat halaman situs Direktorat Jenderal Kekayaan Cendekiawan. Sesudah menyaksikan apa nama, warna serta simbol yang akan Anda pakai memanglah belum dipakai oleh siapa saja, karena itu Anda dapat memeriksa kembali lagi bagaimana ketetapan Undang-undang yang berjalan mengenai merek dagang itu.

Continue reading “Langkah Memeriksa Hak Merek Dagang”

Simple Steps Set the trademark Indonesia for your business

Simple Steps Set the trademark Indonesia for your business

Inspiration is really very important for a business person to have. However, human names sometimes exist in an empty state, not even having the same inspiration. Then, what if it happens when a businessperson wants to name a brand to his new business?

Relax, don’t worry. Everything has a trick and a way out. Really, the naming is an important point in the endeavor. The problem is that the wrong name can actually have a fatal effect in the future.

Simple Steps Set the trademark Indonesia for your business

Just look at the names of companies like Google, Starbucks, Go-Jek, Grab, Amazon, Tokopedia, and others. All are easy to remember and all consist of 1 word. For those of you who are trying to select your new trademark indonesia. Just do the following:

  1. Don’t be quick

No need to rush in naming businesses. Just taste the process. Finding a name is not an easy thing, because make no mistake.

However, that doesn’t mean you even bother thinking about the name instead of the business process. That one thing is no less important. Anyway, everything must run in parallel.

  1. Determine the target market

Choosing the trademark Indonesia is not a good thing. You must also think about how the audience responds to the brands they will use later. If the audience is in the middle to upper class status, the brand name you specify should of course appear limited. It is possible to use the meaning abroad at once.

  1. Looking for ones that are easy to convey

The more difficult it is to convey because it is harder to remember. You have to know that along with the growth of technology, the Google Assistant or Siri features on Macbooks and iPhones are increasingly being used tomorrow.

When your brand is difficult to convey, it will be difficult for those applications to detect it too. Regarding Siri or Google Assistant really trusts the signal from our own voice.

Try experimenting with the name by asking some of the people closest to you to pronounce it out loud. If they can say it easily and quickly, then it means that the brand name you specified is appropriate.

Examples of brand names that are easy to convey include Happy Mama, Sasa, Nutrijel, Bola Dunia, Geprek Ndeso Chicken, Banana Roll and many others. If you want to take a foreign language, choose a word that is easy for Indonesians to say, such as Kobe, Nike and others.

  1. Strive for one word

The above has been explained of course, if several giant technology companies or other large companies, have a brand that only consists of 1 word. Besides, a short name will make it easier for you when creating your site, right?

  1. Don’t force it

Not all brand names that are taken from the names of the founders are necessarily good. Soichiro Honda, Henry Ford, was probably blessed with a good name. Would you be confident if your name was used as a brand? Or is it the opposite?

  1. Look for a different one

Don’t use names that look alike or even contain the words for other products or brands of companies. Looking for different ones at once. When you use a similar or similar word, it’s certain that people will remember a brand that has been around for a long time than yours.

Searching for a Name Not Yet Used
Guidelines for creating brand names after that the name was never used. If you are still using a brand name that was previously used, then you are considered infringing patents. You could get into legal trouble if the people involved report to the factions of the authorities on the grounds of infringement of copyright or patent rights. Trademark indonesia is very important. If you want trademark indonesia, please contact us.

To identify what brand name someone already has, you can test it on a search engine, such as Google. You can also check the name at the Directorate General of Intellectual Property or on the official website to find out about patents.

Belajar dari Pembudidaya Ikan Hias

budidaya-ikan

Baru saja kusaksikan tayangan dokumenter di Watchdoc Image, tentang seorang pria yang sukses dalam breeding ikan cupang setelah berhenti dari pekerjaannya sebagai manajer di sebuah bank asing.

Ternyata, tidak jauh dari rumahku, tetanggaku juga sedang membuat kolam-kolam kecil dengan terpal. Awalnya, kupikir ia sedang membuat kolam lele. Namun, ternyata beberapa tetanggaku itu kompak mengembangbiakkan ikan hias mulai dari cupang hingga ikan gapi.

Sumber: Watchdoc Image

Menurut mereka, permintaan ikan hias di masa pandemi sedang tinggi. Dalam keadaan normal saja, ikan hias tidak pernah berhenti diminati. Apalagi sekarang kebanyakan masyarakat lebih sering di rumah dan ingin menemukan hobi baru yang bisa mengusir kesepiannya sekaligus berinvestasi. Salah satu caranya adalah memelihara ikan.

Peluang ini mereka lihat sebagai cara baru agar tetap produktif. Pekerjaan mereka selama ini sebagai tukang bangunan sudah jauh berkurang. Untuk mengisi waktu sambil mencari penghidupan, mereka pun memulai karir sebagai pembudidaya ikan hias.

Saya jadi ingat ucapan Syekh Ali Jaber dalam podcast bersama Deddy Corbuzier. Tidak ada suatu hal terjadi di dunia ini di luar takdir Allah. Musibah, seperti pandemi ini, juga adalah takdir Allah. Ucapkan alhamdulillah, sebelum mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Sebab, selalu ada hikmah di balik sesuatu, ada kemudahan bersama kesulitan.

Tatkala banyak orang kehilangan atau berkurang penghasilannya karena pandemi ini, percaya pada takdir Allah, pasti akan ada pintu rejeki lain yang dibukakan selama kita tetap berpikir positif untuk terus produktif.

Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), memang keadaan pandemi ini agak lebih menguntungkan ketimbangkan masyarakat yang bekerja di sektor swasta atau pun sektor nonformal. Negara masih membayar penuh penghasilan rutin yang diterima per bulan. Ditambah lagi dengan fleksibilitas tempat kerja sehingga saya bisa lebih sering work from home.

Tantangan bekerja dari rumah adalah situasi yang melenakan. Bila dalam keadaan normal, saya dituntut untuk bangun pagi, bersiap-siap, berkejaran ke stasiun, dan berebut masuk ke dalam gerbong kereta, lalu berdoa agar tidak ada gangguan di perjalanan. Kini, ada satu tugas baru yang harus dilakukan: menghadapi anak yang sedang manja-manjanya. Perlu kiat khusus agar hari tidak malah menjadi berantakan.

Pertama, komunikasikan keadaan pandemi dengan anggota keluarga. Kondisikan bahwa semua jadwal bekerja dan sekolah sama seperti biasanya. Hanya saja sekarang lokasinya dipindahkan ke rumah. Waktu bekerja ini yang penting dipahami. Fleksibilitas saat work from home hanya menyangkut lokasi bekerja, bukan waktu bekerja. Hal itu ditegaskan dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Kedua, manajemen waktu menjadi sangat penting. Pukul 07.30-17.00 (di luar jam istirahat) adalah waktu bekerja. Bangun tetap sama pagi. Sarapan dan olahraga terlebih dahulu. Waktu yang terbuang untuk perjalanan ke kantor (pulang-pergi) itulah yang dijadikan quality time bersama keluarga. Bayangkan saja 3-4 jam biasanya saya bolak-balik Bogor-Jakarta. Sekarang selama itu pula saya bisa bermain dengan anak-anak dan berbagi peran dalam rumah tangga bersama istri. Jadi lebih produktif, bukan?

Ketiga, siapkan area kerja di rumah. Ya, siapkan sebuah meja dan kursi khusus untuk bekerja yang membuat kita bisa merasa nyaman bekerja. Siapkan pula sarana dan prasarana dukungan. Misalnya, pastikan keberadaan jaringan internet. Gunakan pula pakaian kerja. Hal ini dilakukan untuk menyiapkan kondisi psikologis dan menjaga mind set bahwa kita benar-benar sedang bekerja.

Keempat, jaga komunikasi dengan tim kerja. Kebiasaan yang selalu dilakukan di seksi kami adalah melakukan kordinasi setiap pukul setengah delapan pagi. Kami berkordinasi tentang tugas-tugas apa saja yang harus kami lakukan pada hari itu dengan arahan dari kepala seksi. Kemudian sore harinya, dilakukanlah evaluasi.

Kelima, jaga kesehatan dan pikiran agar selalu positif. Jangan malas berolahraga di rumah. Gerakkan badan, jangan lupa berjemur. Selalu minum vitamin dan makanan bergizi. Isitrahat yang cukup. Hal itu menjadi hal paling penting, bahwa Pemerintah memberikan fleksibilitas adalah agar menyelamatkan sumber daya manusia Indonesia. Maka, kita harus menjaga kesehatan kita sebaik mungkin.

infografis-Pointsgeek-awal-1
Sumber: Pointsgeek.id.

Seharusnya, kelima hal tersebut cukup membuat kita tetap produktif selayaknya kita bekerja di kantor. Namun bagiku, yang memiliki passion lain di luar pekerjaan, ada rasa tidak cukup. Malu pada tetangga yang membudidayakan ikan hias tadi. Aku harus bisa lebih produktif daripada waktu normal.

Bahkan ketika bekerja di kantor, kita punya latte time—waktu bersantai di tengah-tengah pekerjaan yang biasanya diisi dengan diskusi ringan antar sesama pegawai atau browsing membaca berita. Apalagi di rumah, ada waktu yang lebih banyak saat menunggu jeda antar rapat. Atau beban kerja yang biasanya dikerjakan untuk satu hari, karena di rumah, bisa jadi dikerjakan jadi lebih cepat.

Dalam waktu latte itulah aku kerap berusaha menambah kemampuanku. Aku mengikuti beberapa pelatihan mulai dari pelatihan menulis bersama Leila S. Chudori, mengikuti webinar-webinar terkait keuangan negara dan manajemen keuangan, hingga mengikuti les bahasa Inggris yang alhamdulillah semuanya gratis. Tidak mengeluarkan uang negara sepeser pun juga.

Dalam proses belajarku itu pun aku menulis. Karena tugasku kini banyak tentang kajian proses bisnis dan dalam lingkup keuangan negara, kajian-kajian pribadiku banyak kutulis dalam bentuk ilmiah populer. Tulisan tersebut kemudian kukirimkan ke media massa dan beberapa dimuat.

Hal ini sebenarnya juga berhubungan dengan kiat kelima, yakni untuk menjaga pikiran tetap positif. Pandemi ini mau tidak mau melahirkan kecemasan dan kadang kala ketakutan yang berlebihan. Dengan mengerjakan hobi kita, itu akan menjadi stimulus bahagia.

Lepaskan ponsel, apalagi dari godaan membaca perkembangan jumlah korban Covid-19, lakukan hal lain yang membutuhkan konsentrasi. Paling tren sekarang, memelihara tanaman atau memelihara ikan hias. Kalau saya tidak, saya bahagia ketika membaca dan menulis, kemudian berkumpul bersama teman-teman yang sehobi, hang-out membaca dan membahas puisi bersama-sama lewat Zoom Meeting dengan teman-teman Komunitas Sastra Keuangan secara rutin, akan mengusir kecemasan itu jauh-jauh.