Peluang usaha dan Taktik Pemasaran UKM Menjelang Lebaran

Momen Ramadan dan hari raya Idul Fitri atau Lebaran dipandang seperti periode ‘panen’ untuk aktor peluang usaha baik di bidang produk retail atau bidang layanan. Masalahnya warga mempunyai peruntukan dana yang semakin besar untuk dihabiskan pada periode beribadah puasa sampai mendekati Lebaran.

Karenanya, aktor peluang usaha perlu mengaplikasikan taktik pemasaran yang pas untuk manfaatkan kesempatan.

Walau alami pengurangan transaksi bisnis, Bank Indonesia mengutarakan sedikit ada keinginan saat umat Islam di Indonesia rayakan Hari Raya Idul Fitri 2020/1441 Hijriah. Ini tercermin dari Index Harapan Pemasaran (IEP) tiga bulan yakni masa Mei 2020 sejumlah 146,7.

Angka itu semakin tinggi dibandingkan bulan awalnya yang cuman 141,3. Bank sentra mengutarakan peningkatan index dipacu prediksi kenaikan keinginan mendekati Lebaran.

Memperhatikan bukti itu, beberapa aktor usaha perlu memperlancar beberapa taktik marketing untuk capai sasaran omset hingga bisa menjaga keberlangsungan peluang usaha. Rutinitas marketing bisa diartikan sebagai ‘Seni untuk jual produk’.

Sisi paling penting dari marketing bukan jual, tetapi tawarkan dan berganti produk ke customer dilandasi pada kemauan dan keperluannya.

Beberapa unsur marketing dari segi produsen terbagi dalam, produk, harga, posisi, distribusi dan promo. Ini terkait dengan elemen dari segi konsumen setia yaitu jalan keluar konsumen setia, ongkos konsumen setia, kenyamanan, dan komunikasi. Berikut keterangan lebih komplet menurut Bijak Yusuf Hamali dalam ‘Pemahaman Taktik peluang usaha dan Kewiraswastaan’ berkaitan taktik marketing yang penting digerakkan pebisnis seperti diambil Jurnal by Mekari.

Taktik Produk
Saat pasarkan barang/layanan pada momen Lebaran, Anda perlu mempersiapkan taktik dari segi produk. Hal tersebut mempunyai tujuan supaya produk yang dijajakan mendapatkan perhatian customer untuk seterusnya dibeli dan dimakan seperti keinginan atau keperluan saat Lebaran.

Taktik produk yang penting Anda kerjakan supaya marketing barang/layanan terus berkembang diantaranya, Tentukan simbol dan moto.

Anda pun perlu membuat merk. Ini disimpulkan sebagai nama, istilah, lambang, design atau gabungan semua sebagai tanda pengenal untuk customer atas barang/layanan yang ditawarkan. Supaya merk gampang dikenali, karena itu perlu menimbang factor gampang dikenang, berkesan luar biasa dan kekinian, mempunyai makna positif, dan mengundang perhatian.

Taktik lain, Anda perlu membuat paket yang penuhi bermacam syarat, seperti kualitas paket, wujud, warna, dan design lain. Paling akhir, Anda perlu membubuhkan cap yang menempel di bagian paket produk.

Taktik Harga
Penetapan harga barang/layanan jadi poin penting untuk jadi perhatian karena ini sebagai salah satunya aspek terpenting yang memicu laris atau tidaknya satu produk. Penetapan harga yang keliru akan berpengaruh jelek pada produk yang dijajakan.

Dalam tentukan harga produk, ada sistem modifikasi atau diskriminasi harga. Sistem ini bisa disebutkan sebagai pembandingan penetapan harga berdasar faktur tertentu.

Sistem modifikasi bisa dilukiskan saat Anda ingin membandingkan harga di antara konsumen setia masih dan customer biasa. Misalkan, harga untuk konsumen setia tambah murah dibandingkan customer biasa atau customer baru untuk memiara rekanan dan tingkatkan kesetiaan konsumen setia.

Harga diperbedakan berdasar masa atau waktu tertentu. Misalkan harga produk A pada momen Lebaran tambah mahal 2x lipat dibandingkan masa normal karena alasan keinginan saat Lebaran bertambah dan produk susah didapatkan.

Harga dapat diperbedakan berdasar wujud produk atau kelebihan yang dipunyai produk tertentu. Misalkan produk bangku A dipasarkan tambah mahal dibandingkan produk bangku B karena produk A mempunyai busa tambahan, sedang produk B cuman berbentuk kayu tanpa busa.

Taktik Posisi dan Distribusi
Penetapan posisi dan distribusi produk sebagai poin utama supaya customer gampang mencapai tiap posisi dan membagikan produk Anda. Khususnya saat periode Ramadan dan Lebaran yang dikenali rawan dalam rutinitas distribusi.

Saat tentukan posisi marketing, Anda perlu menimbang jika posisi seharusnya dekat sama teritori industri, tempat perkantoran, teritori pasar, pusat pemerintah, dan posisi pemukiman. Disamping itu, perusahaan perlu memerhatikan jumlah kompetitor yang ada di posisi itu.

Paling akhir, perusahaan harus memerhatikan fasilitas dan prasarana simpatisan yang ada di posisi itu, misalkan berbentuk jalan, listrik, akses terminal, stasiun atau dermaga.

Authorfendy

Nulis Nulis Aja